Jangan Mau ke Fintech Abal-abal, Ini Ciri-ciri Fintech Pinjaman Online yang Resmi


Pinjaman di bank kadang terkesan ribet dengan banyaknya aturan dan belum tentu disetujui juga. Gara-gara inilah, fintech bermunculan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dana. Mereka menawarkan pinjaman online dengan persyaratan yang lebih gampang dan proses yang lebih cepat. Kamu tertarik juga? Cek dulu deh ciri-ciri fintech pinjaman online yang resmi berikut!

Memiliki izin resmi dari OJK

Mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah langkah paling penting yang harus dilakukan para fintech pinjaman online resmi. Kalau sudah punya izin resmi, berarti OJK sudah mencentang daftar persyaratan yang menyatakan bahwa fintech atau suatu lembaga keuangan “layak” memberikan pelayanan.

Beberapa syarat yang harus dilengkapi sama fintech pinjaman online adalah mereka harus berbadan hukum, entah PT atau korporasi, dan melengkapi beberapa dokumen seperti akta pendirian badan hukum, rencana bisnis, dan informasi tentang Industri Keuangan Digital. Nah, dengan ini kamu bisa menyimpulkan kalau fintech pinjaman online yang resmi adalah mereka yang sudah terseleksi secara ketat!

Sumber: unplash.com

Terdaftar sebagai anggota asosiasi Fintech

Salah satu syarat lolos uji resmi dari OJK-DP3F (Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Financial Technology) adalah dengan menjadi anggota asosiasi lembaga keuangan terkait. Kalau begitu, fintech pinjaman online resmi wajib bergabung ke dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Soalnya, AFPI ini mewadahi para pelaku usaha di bidang fintech mulai dari jenis peer to peer (P2P) lending sampai bagi hasil atau syariah. Mereka juga menjadi ruang diskusi untuk menentukan regulasi pinjaman online dan jenis lainnya dalam dunia fintech.

Jadi, kalau suatu perusahaan pinjaman online tidak bergabung sama asosiasi ini, berarti perusahaan itu sudah pasti tidak lolos izin OJK dan tidak update sama peraturan pinjaman online. Bisa-bisa mereka memberi bunga melambung atau bahkan melakukan penipuan!

Punya alamat kantor dan identitas lain yang jelas

Orang yang mau menipu pasti tidak mau memberikan identitasnya, kan? Nah, ini yang dilakukan sama para fintech pinjaman online ilegal. Mereka tidak mau membeberkan informasi soal alamat kantor bahkan sekadar call center untuk layanan pengaduan konsumen. Nantinya, kamu bakal susah banget untuk menghubungi mereka kalau ada masalah, lho.

Kesimpulannya, jangan langsung percaya jika tiba-tiba ada SMS muncul memberikan iming-iming pinjaman online dengan jumlah besar dan bunga kecil. Kamu wajib meneliti dulu apakah mereka punya situs web resmi, alamat kantor, call center, dan penjelasan mengenai mereka seperti tanggal berdirinya atau layanan yang mereka tawarkan. 

Masih memberlakukan persyaratan umum

Berkaitan sama SMS tidak jelas dari fintech pinjaman online ilegal yang sering kamu terima, mereka pasti memberikan syarat yang sangat gampang supaya kamu bisa jadi pelanggan mereka segera. Yang paling sering muncul adalah pinjaman cair dengan cepat, bunga rendah, dan besaran pinjaman online yang besar.

Sebagai suatu perusahaan, pasti pengin untung, dong? Kalau begitu caranya, bagaimana mereka bisa untung? Fintech pinjaman online yang resmi pasti punya pemikiran yang matang soal perusahaannya di masa depan.

Mereka punya strategi khusus dan mitigasi risiko tentang kepastian pengembalian dari setiap pinjaman online. Jadi, untuk menyetujui suatu pinjaman, mereka pasti tetap melakukan screening dulu meskipun tidak seketat bank. Dengan begitu, fintech resmi ini tahu apakah uang mereka bakal “kembali”.

Sumber: unsplash.com

Bunga tidak lebih dari 0.8% per hari

Yep, ini adalah salah satu kesepakatan dari AFPI. Kalau kamu pernah meminjam di bank secara umum, bunga dasar terendah sudah dipatok sama Bank Indonesia supaya harga kompetitif. Nah, di lembaga pinjaman online juga gitu.

Dulu, sebelum AFPI memberikan batas atas bunga pinjaman online, debitur harus membayar bunga bahkan bisa lebih dari 1% per hari! Maknanya, kamu harus membayar bunga mulai dari 30% per bulan! Lalu, sekitar tahun 2019, ketika banyak orang menjerit karena bunga pinjaman online, AFPI menyepakati maksimal bunganya adalah 0.8% per hari atau sekitar 24% per bulan. Plus, denda yang dikenakan juga tidak boleh melebihi jumlah pinjaman pokok.

Tidak memungut biaya sebelum pinjamannya cair

“Kami memerlukan jaminan sebelum mencairkan uang Anda.” Itu yang seringkali dikatakan sama fintech pinjaman online ilegal. Tujuannya adalah untuk meyakinkanmu melakukan pinjaman online ke mereka. Namun, perusahaan resmi tidak akan minta pembayaran jenis apapun sebelum pinjaman online dicairkan. Hanya, biasanya jumlah pinjaman akan dipotong untuk biaya administrasi atau lainnya.

Meskipun begitu, kamu tetap wajib menanyakan sistem pembayaran dan biaya tambahannya, ya. Hal ini untuk menghindari menumpuknya tagihan tak terduga di kemudian hari. Dan, selama kamu melakukan pinjaman online di tempat resmi, kamu punya OJK yang senantiasa melindungi.

Bersifat transparan dan tidak memaksa

Selain memiliki alamat, call center, dan identitas yang jelas, fintech pinjaman online yang resmi sangat terbuka dan transparan mengenai mekanisme pendaftaran, pinjam meminjam, hingga denda keterlambatan. Dari awal, mereka akan memberikan informasi tersebut secara lengkap di situs atau aplikasnya.

Berbeda dengan fintech ilegal, fintech resmi tidak akan memaksamu untuk bergabung bersama mereka. Yang suka memaksa adalah para rentenir online yang ingin mencekikmu bahkan menyebarkan data pribadi. Sudah ada banyak kasus seperti ini, jangan sampai kejadian di kamu, ya!

Jika ingin melakukan pinjaman online tanpa khawatir penipuan, kamu bisa ajukan melalui https://www.cekaja.com/pinjaman-online/! Portal layanan informasi ini netral, jadi bisa memberikan saran terbaik untuk pinjaman yang sesuai sama kondisi keuanganmu. Dan, pastinya aman juga karena CekAja sudah memegang izin resmi OJK.