Atria Hotel & Conference, Penginapan Sehangat Keluarga di Kota Magelang


“Pak Ari ya?”, seorang pria berperawakan gempal melebarkan senyum dan menjabat erat tangan saya di pintu keluar Stasiun Tugu Yogyakarta. Mas Sungkowo namanya. Ia adalah guest experience manager Atria Hotel Magelang. Saat itu ia bertugas menjemput saya, istri, dan Bara. “Tunggu di sini saja Pak. Biar mobilnya diambil sopir”, lanjutnya.

wpid-photogrid_1447746537966.jpg

Bara langsung merasa nyaman di kasur Atria

Berawal dari reservasi hotel via email dan bertanya tentang akomodasi menuju Atria Magelang dari Yogyakarta, Mas Sungkowo mewakili Atria malah menawarkan diri untuk menjemput kami. Tentu saja tawaran kenyamanan itu langsung kami terima. Tak perlu waktu lama, kami dan Mas Sungkowo pun langsung akrab. Sepanjang perjalanan Yogyakarta – Magelang, sambil ditemani camilan khas Magelang, gethuk trio dan keripik tahu, kami saling bercerita.  Baru kali ini kami disambut sebegitu hangat saat akan menginap di hotel.

Sambutan hangat pun kami rasakan saat memasuki lobby hotel. Saya langsung menunjukkan voucher hadiah juara 1 lomba blog Visit Jawa Tengah kepada resepsionis. Sambil menunggu proses check in, kami disuguhi welcome drink yang melegakan dahaga. Layaknya keluarga, beberapa resepsionis hotel malah langsung akrab dengan Bara.

wpid-photogrid_1447746696970.jpg

Suasana kamar Atria Magelang

Menuju kamar, koper bawaan kami dibawakan khusus oleh karyawan concierge. Agak canggung bagi kami, karena kami terbiasa membawa sendiri barang bawaan saat menginap di hotel. Bahkan, Mas Sungkowo tetap menemani kami menuju ke kamar sambil menjelaskan setiap sudut Atria yang bernuansa ornamen batik. “Selamat beristirahat Pak Ari dan keluarga. Nanti sekitar pukul 18.00 WIB akan ada pertunjukan tari topeng ireng untuk menyambut rombongan tamu dari Sulawesi. Silakan jika mau melihat”, tutupnya saat akan meminta diri di depan kamar kami.

Siang itu kami ingin istirahat dulu sebelum beraktivitas lainnya. Perjalanan Yogyakarta – Magelang tentu membuat Bara capek. Tak perlu waktu lama, Bara pun terlelap di kasur kamar Atria yang nyaman. Sedangkan saya, karena tidak terlalu mengantuk, menghabiskan waktu menonton televisi.

wpid-photogrid_1447746888741.jpg

Akrab di kolam renang sama anak lanang *abaikan gelambir lemak*

Sore menjelang, dan Bara pun sudah bangun. Saatnya mengajak Bara berenang di kolam renang Atria. Niat mengajak Bara berenang memang sudah kami rencanakan dari rumah. Untung saja pakaian renang Bara tidak tertinggal di rumah. Atria memiliki dua macam kolam renang, untuk dewasa, dan untuk anak kecil. Bara saya ajak berenang di kolam kecil. Rupanya hanya ada saya dan Bara yang berenang di sana. Rasanya seperti kolam renang pribadi.

Karena dikelilingi pegunungan, Magelang memang dikenal sebagai kota yang sejuk. Sore itu, angin semilir berhembus di sekitar kolam renang Atria. Masuk ke dalam kolam, ternyata airnya pun cukup dingin. Baru sebentar nyemplung di kolam renang, Bara menggigil kedinginan dan menangis kencang. Mungkin karena dingin itulah yang membuat kolam Atria sore itu sangat sepi. Mungkin seharusnya kami berenang saat hari masih siang biar tidak kedinginan. Cepat-cepat kami kembali ke kamar dan memandikan Bara dengan air panas untuk mengusir dingin.

wpid-photogrid_1447747940733.jpg

Foto keluarga bersama para penari Topeng Ireng

Penasaran dengan bagaimana cara Atria menyambut tamu rombongan, usai maghrib kami menyempatkan diri melihat pertunjukan tari topeng ireng di lobby hotel. Sambil menunggu tamu datang, Bara malah asyik bercengkerama dengan para penari. Saya lepaskan saja Bara di lantai lobby. Merangkak ke sana kemarilah dia sambil tersenyum melihat para penari mempersiapkan diri.

Kehangatan Atria kembali terasa saat tamu rombongan mulai memasuki lobby. Selain penari topeng, para manager dan staf hotel juga ikut menyambut. Ada mas Sungkowo, Pak Herman Raras -yang langsung memanggilkan diri sebagai pakdhe pada Bara-, serta Pak Chandra Irawan, GM Atria Magelang. Walaupun baru bertemu dengan kami saat itu, tapi obrolan seakrab keluarga pun mengalir dari mereka.

wpid-photogrid_1447748164882.jpg

Makan malam kami

Sempat ke luar sebentar ke Artos Mall yang hanya sepelemparan batu dari Atria, namun kami akhirnya memutuskan untuk menghabiskan malam hari bersantai di hotel. Awalnya ingin menyantap hidangan makan malam di Pamiluto Restaurant, tetapi karena saat itu restoran sedang ramai, kami memutuskan untuk menggunakan room service saja. Room service Atria ternyata cukup memuaskan. Pesanan kami, nasi gudeg, masakan daging ayam berisi keju, dan desert andalan Atria, Atriamisu, diantar tanpa kami menunggu lama. Rasa masakannya pun enak. Terutama Atriamisu-nya. Berasa ingin nambah deh. Begitu perut kenyang, tidur pun jadi tenang.

Saat menginap di hotel, waktu sarapan adalah yang paling saya tunggu. Sarapan pagi di Atria ternyata cukup beragam pilihan makanannya. Mulai masakan western maupun tradisional pun lengkap tersaji. Mulai dari bubur ayam, sosis panggang, mie goreng, sereal, sampai jajanan pasar disajikan di Pamiluto Restaurant. Dan yang paling enak menurut saya adalah bakmi jowo yang langsung dimasak oleh chef-nya. Bahkan, saking enaknya, saya sempat nambah.

Keramahan Atria juga terasa waktu sarapan. General Manager, Pak Chandra Irawan, terlihat menyapa tetamu di sela kesibukannya. Ia pun tampak memastikan semua tamunya puas pagi itu.

wpid-photogrid_14477485220412.jpg.jpeg

Menu sarapan di Atria

Sekedar menghabiskan waktu, usai sarapan, saya mengajak Bara jalan-jalan di sekitar hotel. Tak jauh dari hotel, terdapat Gunung Tidar, sebuah bukit yang berfungsi sebagai paru-paru kota Magelang. Pantas saja walaupun sudah menjelang siang, kota Magelang tetap sejuk dan adem. Jalan-jalan kami pagi itu berhenti di toko yang menjual oleh-oleh khas Magelang di sekitar Gunung Tidar.

wpid-photogrid_1447759035527.jpg

Bara dan ibuknya pose di lobby hotel

Kepuasan kami menginap di Atria pun terasa maksimal saat kami beranjak pulang. Mas Sungkowo dengan senang hati membantu kami mendapatkan tiket travel Magelang – Semarang. Bahkan, lebih dari sekedar memberikan layanan di hotel, Mas Sungkowo pun mengajak kami makan siang di Kupat Tahu Pak Pangat hari sebelumnya, dan menikmati sunrise di Punthuk Setumbu pada hari kedua kami di Magelang.

Dengan semua layanan dan keramahan yang diberikan Atria Magelang kepada kami, bolehlah saya jujur katakan bahwa ini adalah layanan hotel terbaik yang pernah saya dapat. Mungkin saja layanan Atria Magelang tidak jauh berbeda dengan hotel berbintang lain yang pernah kami kunjungi. Tapi kehangatan dan kesan yang membekas di hati kami membuatnya menjadi luar biasa. Suatu saat ke Magelang lagi, tentu Atria Magelang menjadi pilihan utama kami. Karena kehangatan Atria Magelang sudah seperti hangatnya keluarga bagi kami.

wpid-photogrid_1447747582436.jpg

Bersama Mas Sungkowo, Guest Experience Manager (atas), bersama mbak resepsionis (kiri bawah), dan bersama Pak Chandra Irawan, General Manager Atria Magelang (kanan bawah)

ATRIA HOTEL & CONFERENCE MAGELANG
Jl. Jendral Sudirman no. 42. Magelang 56125
P: (+62 293) 3219-999
F: (+62 293) 3219-888
E: info@AtriaHotelMagelang.com
Iklan