Cintailah (Wisata) Jawa Tengah, Nak


Dear Anakku,

Saat bapak menulis ini kamu sedang tidur nyenyak di pelukan ibumu. Menemanimu bermain seharian memang sedikit menguras tenaga bapak. Tapi tak apa, bapak bahagia menemanimu. Melihatmu terlelap setelah bermain seharian, kedamaian pun menyelimuti hati bapak. Terkadang senyum pun merekah di wajah tidurmu. Mungkin kamu memimpikan saat kita bermain tadi siang. Tidak terasa ya sudah 6 bulan waktu berlalu sejak kamu lahir. Kamu sudah tumbuh jadi bayi yang sehat, aktif, dan sangat ekspresif.

Nak, sekarang bapak ingin bercerita tentang sebuah tempat bernama Jawa Tengah. Selain Aceh, Jawa Tengah adalah tempat yang sangat spesial bagi bapak dan ibumu. Sudah sering bapak ceritakan bukan tentang masa kecil bapak dan ibu di salah satu kota kecil di Jawa Tengah bernama Pati? Walaupun kamu dilahirkan di kota yang jauh dari Jawa Tengah, kamu tetap orang Jawa Tengah. Di darahmu mengalir darah dari bapak dan ibu yang lahir dan besar di Pati, Jawa Tengah. Kamu memang belum pernah berkunjung ke Jawa Tengah. Nanti ya, saat lebaran tiba, kita semua pulang ke Jawa Tengah. Kamu mau berwisata ke mana saja di sana, akan bapak ajak.

Panorama senja berlatar Gunung Muria

Mungkin petualangan berwisata kita bisa dimulai dari Kabupaten Pati dan sekitarnya. Dulu, jika pulang kampung, bapak sering menyempatkan waktu untuk menjelajah tanah kelahiran bapak ini. Ada banyak objek wisata alam yang bapak yakin bisa membuatmu gembira saat mengunjunginya. Sore hari, paling seru melihat pemandangan sunset yang menghilang di balik Gunung Muria. Tidak perlu jauh-jauh. Dari rumah nenekmu, kita tinggal bersepeda menuju tambak. Di sanalah setiap sore kita bisa melihat sang mentari kembali ke peraduannya. Awal dulu menikah, bapak dan ibu juga sering ke sana.

Kiri atas: Buah parijoto, Kiri bawah: Masjid Sunan Muria, Kanan: Puncak Gunung Muria

Kiri atas: Buah parijoto, Kiri bawah: Masjid Sunan Muria, Kanan: Puncak Gunung Muria

Oh iya Nak, bicara tentang Gunung Muria, sebenarnya kamu sudah pernah ke sana lho. Tapi waktu itu kamu masih di dalam perut ibumu. Ada sebuah mitos yang tumbuh di Pati dan sekitarnya yang mengatakan bahwa jika ibu hamil makan buah parijoto yang terdapat di Gunung Muria, maka nanti anaknya akan berkulit bersih dan berwajah ganteng. Bapak dan ibu sih tidak percaya mitos. Tapi saat jalan-jalan ke daerah Montel, Muria, melihat buah parijoto dijual di pinggir jalan, kami tergoda untuk mencobanya. Walaupun memang kamu terlahir berkulit putih bersih dan berparas ganteng, bukan berarti itu karena parijoto lho. Kamu memang diciptakan Allah seperti itu Nak.

Air Terjun Songgolangit, Jepara

Di sekitar Gunung Muria juga banyak wisata alam lainnya lho. Ada air terjun montel yang hanya berjarak sepelemparan batu dari puncak Muria. Ada juga danau kecil bernama Waduk Gunung Rowo dan Waduk Seloromo yang tidak jauh dari lereng Muria. Kedua waduk itu masih ada dalam wilayah Kabupaten Pati. Bapak yakin, kamu pasti akan senang mengunjungi tempat-tempat itu. Apalagi, bapak lihat kamu sangat suka bermain air. Setiap mandi, susah sekali kamu diajak mentas. Jika masih kurang puas, nanti bapak ajak ke Air Terjun Santi atau Air Terjun Songgolangit yang airnya lebih melimpah. Atau bisa juga kamu mandi air laut di Pantai Dampo Awang dan Pantai Caruban di wilayah Kabupaten Rembang yang bisa ditempuh hanya 30 menit dari rumah mbahmu.

Lalu, jika kamu ternyata juga menyukai sejarah, tentu bapak akan lebih senang lagi. Bapak akan mengajakmu berwisata sambil belajar sejarah di sekitar kampung halaman kita. Sebagai muslim, tentu kita harus tahu jejak islam di nusantara. Akan bapak kenalkan tempat bersejarah islami di Jawa Tengah kepadamu. Kita bisa berkunjung ke Masjid Agung Demak, Masjid Menara Kudus sekaligus makam Sunan Kudus, Makam Sunan Kalijaga, dan Makam Sunan Muria. Ah, bapak jadi ingat pernah bersafari sendirian saat bulan ramadhan beberapa tahun lalu saat masih menggalau sendiri berkunjung ke situs-situs islami tersebut.

Nak, ingat kan buku cerita tentang binatang purba yang baru bapak beli untukmu kemarin? Mungkin saat ini kamu belum mengerti saat bapak bercerita tentang berbagai hewan purba itu. Tapi saat nanti kamu sudah mengerti, akan bapak bawa langsung melihat fosil binatang purba di Situs Purba Pati Ayam. Ada fosil gajah purba berukuran raksasa lho. Membayangkan ekspresimu melihat fosil itu kelak, bapak jadi penasaran. Bisa-bisa kamu tertarik jadi arkeolog kecil.

Wisata yang ada di Lasem

Wisata yang ada di Lasem

PhotoGrid_1435013663757

Waduk Seloromo dan Waduk Gunung Rowo

Tentang wisata sejarah, ada satu tempat yang wajib bapak beritahu kepadamu. Sebuah tempat yang juga tak jauh dari rumah mbahmu di Pati. Namanya Lasem, sebuah kota kecamatan di Kabupaten Rembang. Bapak merasa wajib menceritakan kepadamu karena saat pertama kali bapak menjelajah Lasem, bapak begitu terkesan dan terkesima dengan lembar demi lembar sejarah yang ada di sana. Pasti nanti kamu juga akan terkesan dan terkesima. Mulai dari sejarah kepahlawanan melawan penjajah, sejarag gemerlap sekaligus kelam penyelundupan candu, penyebaran islam oleh para wali, akulturasi budaya pribumi dan Tiong Hoa, sampai jejak jaman prasejarah, semua lengkap tersaji di Lasem. Saking terkesannya dengan Lasem, bapak dan ibumu serta teman-teman kami lainnya sampai membuat e-book khusus tentang Lasem.

Hmm.. Wisata alam, sudah. Wisata sejarah pun sudah. Tentu tak lengkap menjelajah Jawa Tengah tanpa mengecap cita rasa makanan khasnya. Maka, bapak ajaklah kamu berwisata kuliner. Melihatmu beberapa hari ini lahap sekali menyantap menu MPASI yang disiapkan ibumu, bapak jadi tak sabar mengajakmu berkelana rasa. Lagi-lagi, tak perlu jauh-jauh dulu. Kita berpetualang dulu mengenal cita rasa kuliner khas Pati dan sekitarnya.

Kuliner Jawa Tengah (dari kiri ke kanan: Lontong Tuyuhan, Sate Srepeh, Soto Kemiri, Nasi Gandul)

Kuliner Jawa Tengah (dari kiri ke kanan: Lontong Tuyuhan, Sate Srepeh, Soto Kemiri, Nasi Gandul)

Setidaknya ada 2 menu yang wajib bapak nikmati saat pulang kampung. Yaitu Nasi Gandul dan Nasi Soto Ayam Kemiri. Bapak paling suka menu Nasi Gandul Pak Mufid di alun-alun Juwana, dan Nasi Soto Ayam Kemiri Pak Ngadi di depan Gedung Kebudayaan Juwana. Sejak kecil, dua warung makan khas itulah yang paling sering bapak kunjungi. Ya, bagi bapak, nasi gandul paling enak ya masakan Pak Mufid. Begitu juga nasi soto ayam kemiri, punya Pak Ngadi-lah yang paling juara.

Ingin cita rasa lain? Yuk ikut bapak ke kota-kota sekitar Pati. Di Kudus, ada Nasi Soto Kerbau yang enak sekali. Lalu di Rembang, ada kuliner khas Lontong Tuyuhan dan Sate Srepeh. Bapak jadi teringat, dulu saat ibumu hamil pertama kali yang akhirnya keguguran, pernah ia ngidam nasi soto kerbau. Sayangnya, tidak ada daging kerbau yang dijual di Bintan, tempat tinggal ibumu dulu. Untung saja pas ibumu hamil kamu ngidam kuliner Jawa Tengah terpenuhi semua.

PhotoGrid_1435012372855

Wisata Di Dieng dan Sekitarnya (Perkebunan Teh Tambi, Telaga Warna, Mie Ongklok

PhotoGrid_1435011765413

Wisata Kota Semarang (Masjid Agung Jawa Tengah, Tugu Muda, Kuil Sam Poo Kong)

Nak, semua yang bapak ceritakan di atas itu hanya sekelumit daya tarik wisata Jawa Tengah. Hanya potensi wisata yang ada di sekitar Pati dan sudah cukup sering bapak jelajahi. Sedangkan, Jawa Tengah itu luas. Masih banyak yang akan kita singgahi sekeluarga. Berwisata ke Dieng, ke Solo, ke Magelang, Semarang, jelajah candi bersejarah, dan masih banyak lagi.

Sekarang, kamu tidur yang nyenyak ya. Sebelum benar-benar bapak ajak menjelajah Jawa Tengah, kita jalan-jalan di dalam mimpi dulu ya Nak. Bapak janji, nanti kita bertiga –bapak, ibu, dan kamu– akan sering berwisata ke Jawa Tengah. Karena bapak ingin kamu tetap mencintai Jawa Tengah, walaupun mungkin suatu saat nanti kamu tinggal jauh dari Jawa Tengah. Sama seperti bapak dan ibu, walaupun sering berada jauh dari tanah kelahiran, tapi selalu mencintai (wisata) Jawa Tengah.

Salam sayang,

Bapakmu..

Tangerang Selatan, 23 Juni 2015

2015064456

Tulisan ini saya ikutkan dalam Lomba Utama Blog Visit Jawa Tengah 2015 Periode : 1 Juni – 4 Juli 2015 dan menjadi Juara 1

Suara Merdeka cpy
Iklan