Lebih Akrab dengan Keluarga Karena Samsung Galaxy Tab A


Samsung Galaxy Tab ASaya dan istri termasuk orang tua yang sangat selektif dalam memberikan sesuatu kepada Bara, anak kami. Dalam hal makanan pendamping ASI (MPASI) misalnya, sebisa mungkin kami memilih makanan homemade. Sangat jarang kami memberi Bara makanan olahan. Kalaupun kami beri makanan olahan, itupun jika tidak memungkinkan untuk memberikan makanan homemade, saat traveling misalnya. Tapi tentu dengan usaha maksimal memberikan makanan homemade terlebih dahulu. 

(Baca juga: Traveling dan MPASI Homemade)

Begitupun saat kami memutuskan untuk mengenalkan Bara pada teknologi dan gawai. Sebelumnya tentu sudah kami pikir masak-masak dampak negatif dan positifnya. Pemakaian gawai atau gadget memang tidak bisa kami hindari. Saya dan istri cukup sering menggunakan gawai saat di rumah. Tentu mau tidak mau Bara pun sudah mengenalnya sejak kecil. Setiap kami menelpon atau menerima telpon, Bara udah default bilang, “Mbaaaahhh”, dikira kami menelpon kakek dan neneknya. Dan, jika abis kami foto pakai kamera smartphone pun Bara sudah langsung minta dilihatkan gambarnya di layar smartphone.  Keberadaan gawai yang sudah tak asing di sekitar Bara membuat kami akhirnya memutuskan untuk mengenalkan Bara kepada teknologi dan gawai pada usia dini. Itu pun semata-mata sebagai salah satu sarana untuk stimulasi.

img_1038

Samsung Galaxy Tab A, mainan baru Bara

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak yang terekspos oleh nutrisi dan stimulasi yang cukup sejak dini, memiliki fungsi otak yang lebih baik saat mencapai usia 12 tahun, ketimbang anak yang dibesarkan tanpa aktivitas stimulasi yang memadai. Penggunaan perangkat elektronik dapat menjadi salah satu alat stimulasi. Namun, kami pun sadar bahwa ada banyak sekali dampak negatif penggunaan gawai terhadap anak, apalagi anak balita. Dampak negatif pemakaian gawai oleh anak-anak juga tidak main-main, bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa anak berusia 0-2 tahun tidak boleh sama sekali terpapar peralatan elektronik seperti gawai.

Tapi di sisi lain, ada juga hal-hal positif gawai untuk anak-anak. Salah satu contohnya adalah konten edukatif pada permainan dalam gawai dapat memberi rangsangan otak dan fungsi motorik anak seperti koordinasi mata dan tangan. Sudah ada penelitian juga bahwa menekan-nekan keyboard, menggerak-gerakkan mouse, atau menggeser-geser layar sentuh sama efektifnya dengan melukis atau menggambar di atas kertas dalam melatih motorik anak.

img_1258

Sesudah dengar lagu The Wheels on The Bus di Samsung Galaxy Tab A langsung praktek main pakai buku interaktif

Selain untuk sarana stimulasi, alasan kami mengenalkan Bara pada gawai adalah agar ia belajar tanggap teknologi. Kami percaya, rasa keingintahuan anak bukan untuk dibatasi, tapi diberikan penjelasan agar ia mengerti. Pada dasarnya keingintahuan anak terhadap sebuah barang itu sangat tinggi. Pada awalnya anak akan merasa sangat ingin tahu, dan mungkin gawai tidak mudah untuk dilepas dari tangannya. Namun ketika anak merasa puas dengan apa yang diinginkan, atau merasa puas bermain, maka gawai itu juga akan terlepas dari tangan. Peran orang tua untuk mengontrol penggunaan gawai oleh anak-anak memang sangat dituntut untuk mencegah dampak buruk teknologi. Oleh karena itu, dalam mengenalkan gawai kepada Bara, selalu kami dampingi.

Saat usianya 1 tahun, Bara sudah saya kenalkan dengan video lagu anak-anak yang saya dapat dari channel Youtube Super Simple Song seperti The Wheels on The Bus, Old McDonald Had a Farm, Hickory Dickory Dock, dan masih banyak video edukatif lainnya. Tapi nontonnya bukan di smartphone ataupun tablet. Kebetulan di rumah ada 2 laptop. Nah, laptop yang sudah berumur saya khususkan untuk Bara nonton video-video anak. Bara sih suka banget nonton koleksi video tersebut. Setiap nonton selalu kami dampingi. Jarak nontonnya juga saya atur cukup jauh. Tak jarang, kami memberinya contoh untuk ikut bergerak mengikuti lagu dalam video tersebut. Tapi, karena Bara adalah anak yang gampang bosan, nonton videonya tidak mau berlama-lama. Malah dia lebih tertarik mencetin keyboard dan buka tutup layar laptop. Alhasil, laptop jadul saya itu pun sekarang tidak mau hidup lagi karena keseringan dimainin Bara. Kegiatan nonton pun beralih menggunakan laptop yang satunya.

img_1250

Bara mainan gosok gigi di Samsung Galaxy Tab A

Kegiatan Bara bersama Samsung Galaxy Tab A

Nah, beruntung sekarang kami punya Samsung Galaxy Tab A. Kegiatan mengenalkan Bara dengan gawai bisa berlangsung lebih menyenangkan. Sejak Samsung Galaxy Tab A berada di tangan kami saat acara Samsung Galaxy Tab A Bloggers Gathering beberapa waktu lalu, kegiatan mengenalkan gawai dan teknologi kepada Bara menjadi lebih maksimal. Dengan adanya Parental Control dan Kids Mode 4.0 di Samsung Galaxy Tab A, tentu sangat memudahkan kami sebagai orang tua untuk mengontrol pemakaian gawai oleh Bara.

(Baca juga Review: Samsung Galaxy Tab A)

img_1259

Bara suka banget lihat bapaknya joget di sini

Seperti yang saya jelaskan pada artikel sebelumnya, dalam Kids Mode 4.0, terdapat sejumlah aplikasi khusus untuk anak-anak dengan konten menarik. Aplikasinya relatif sederhana dan cocok untuk balita. Bara suka sekali bermain aplikasi permainan rumah susun yang dihuni oleh beberapa karakter hewan lucu. Karakter berang-berang yang memiliki aktivitas mandi dan gosok gigi adalah yang paling disukai Bara. Bara senang sekali menggerak-gerakkan jemarinya untuk membersihkan kuman-kuman yang menempel pada ilustrasi gigi di layar sentuh Samsung Galaxy Tab A. Sejak bermain gosok gigi itu, sekarang setiap mandi Bara sudah cukup pintar dan mau disuruh menggosok gigi.

Lain lagi kalau kami tayangkan aplikasi karakter burung yang sedang menari. Aplikasi permainan menari ini sangat unik. Wajah karakter penarinya bisa diganti dengan wajah kami sendiri. Saat saya pasang wajah saya sendiri di aplikasi ini Bara tertawa riang dan heboh. Tapi jika wajahnya sendiri yang dipasang di sana, Bara marah dan menangis. Sepertinya Bara lebih suka melihat wajah brewok bapaknya yang terkesan seram jadi terlihat lucu saat menari di aplikasi tersebut.

Pengenalan terhadap bermacam suara dan bunyi pun dapat kami lakukan melalui Kids Mode 4.0 Samsung Galaxy Tab A. Sebenarnya, untuk suara dan bentuk binatang, Bara sudah kami kenalkan sejak usianya masih kecil. Banyak koleksi buku Bara yang membahas tentang binatang. Di usianya yang baru 1,5 tahun ini, Bara sudah mampu membedakan berbagai macam binatang. Bara paling hapal dengan kucing. Setiap ada kucing lewat di kompleks rumah, Bara pun memanggilnya, “Puuuhss.. Puuuhss”.

1465312252024

Asyik nonton video anak di Samsung Galaxy Tab A

Nah, pengenalan suara binatang jadi lebih maksimal karena di Kids Mode 4.0 banyak tersedia bunyi binatang seperti kucing, kambing, kuda, dan lain-lain. Apalagi karena kucing yang di kompleks perumahan kami sudah mati tertabrak mobil. Untuk sementara main kucingnya pakai aplikasi Kids Mode dulu saja deh. Suara lainnya? Ada banyak tersedia di Kids Mode 4.0 Samsung Galaxy Tab A. Mulai dari suara alat musik seperti gitar, triangle, perkusi, piano, sampai suara kendaraan seperti pemadam kebakaran, ambulance, kereta api, dan pesawat terbang. Pengetahuan bebunyian Bara pun semakin berkembang  berkat Samsung Galaxy Tab A ini.

Satu hal yang paling sering dilakukan Bara dengan Samsung Galaxy Tab A adalah menonton video anak. Sejak memiliki Samsung Galaxy Tab A, saya memindahkan koleksi video anak Bara di sana. Dibandingkan dengan menonton di laptop, saya merasa Bara lebih nyaman menonton di Samsung Galaxy Tab A. Layar laptop yang besar tentu memiliki dampak lebih buruk untuk mata dibandingkan layar Samsung Galaxy Tab A yang mungil, hanya 7 inch. Menonton video pun menjadi lebih menyenangkan. Bahkan, sekarang Bara pun sudah mulai ikut mengikuti gerakan-gerakan di video anak yang sering ditontonnya. Menonton video sekalian berolahraga dan latihan fungsi motorik deh.

1465312303080

Samsung Galaxy Tab A juga oke banget dibawa traveling outdoor. Ini sambil browsing tentang ikan koi sambil ngadem karena kolam koi-nya panas.

Lebih Akrab Bersama Anak dengan Samsung Galaxy Tab A

Kebersamaan kami sebagai orang tua dengan Bara pun terasa lebih dekat karena Samsung Galaxy Tab A. Selain karena setiap menggunakan Samsung Galaxy Tab A kami selalu menemani Bara, kedekatan juga kami rasakan secara tidak langsung. Istri saya yang suka masak sering kali perlu bereksperimen dengan resep-resep baru. Bukan hanya untuk makan kami sendiri, menu makan MPASI Bara pun diperlukan variasi. Nah, dengan bantuan Samsung Galaxy Tab A yang memiliki jaringan kencang 4G LTE, istri saya bisa surfing dan browsing di internet mencari resep-resep masakan baru. Perut saya semakin gendut karena sajian makanan yang lezat dan menggoyang lidah, Bara makin sehat dengan menu MPASI yang bervariasi, dan hubungan kami sebagai keluarga pun menjadi semakin dekat.

Karena setiap hari kerja saya berada di kantor dan tidak bisa menemani Bara di rumah, waktu senggang saya di kantor saat istirahat sering saya sempatkan untuk bercengkerama dengan Bara. Lagi-lagi karena Samsung Galaxy Tab A, saya bisa video call dan melihat aktivitas langsung Bara di siang hari. Saya jadi bisa memantau keadaan Bara walaupun sedang jauh. Istri yang mengasuh Bara di rumah pun merasa diperhatikan.

img_1248

Selfie keluarga pertama pakai Samsung Galaxy Tab A

Setiap akhir pekan pun sebisa mungkin saya meluangkan waktu untuk family time bersama istri dan Bara. Minimal seminggu sekali saya ajak keluarga keluar rumah. Seperti saat saya diundang Samsung untuk acara Samsung Galaxy Tab A Bloggers Gathering, keseruan di acara tersebut juga lebih mendekatkan hubungan kami dengan Bara. Lain waktu, kami ajak Bara bermain di area outdoor taman dekat rumah. Bara suka sekali melihat ikan koi yang berenang-renang di kolam yang ada di sana. Karena saat itu sudah agak siang dan area kolamnya cukup panas, akhirnya kami ngadem di bawah pohon. Karena Bara agak rewel dan ingin lihat ikan koi terus, akhirnya kami buka Samsung Galaxy Tab A yang kami bawa dan browsing ikan koi di internet. Alhasil Bara pun anteng melihat video ikan koi di Youtube.

Memang salah satu dampak pemakaian gawai oleh anak-anak adalah kecanduan. Tapi tidak sepanjang pengalaman kami menggunakan Samsung Galaxy Tab A. Kami tidak pernah kesulitan men-stop Bara bermain tablet ini. Sebelum kami hidupkan Kids Mode di Samsung Galaxy Tab A untuk Bara, kami selalu bilang berapa lama boleh main. Waktu bermain pun sudah saya set melalui parental control. Begitu muncul ikon Croco tidur yang artinya waktu bermain sudah selesai, kami ajak Bara tidur juga atau kami jauhkan dan kami simpan tablet tersebut dari Bara. So far sih tidak pernah sampai nangis heboh dan tantrum. Mengajak Bara untuk tidur siang dan malam pun lebih mudah dengan Samsung Galaxy Tab A ini. Tinggal bilang, “Yuk dek, tidur kayak Croco”. Langsung deh Bara menyandarkan kepala ke bantal.

Selain mendekatkan kami sebagai orang tua kepada Bara, Samsung Galaxy Tab A juga dapat berfungsi untuk mendekatkan Bara dengan keluarga di kampung halaman, yaitu kakek neneknya. Paling tidak seminggu sekali, kami menelpon kakek nenek Bara menggunakan Samsung Galaxy Tab A. Terkadang juga kami kirim aktivitas Bara yang kami foto dan rekam video menggunakan Samsung Galaxy Tab A ke kakek nenek Bara.

img_1247

“Croco-nya udah tidur. Bara ikut tidur yuk”

Well, jika disiasati dengan baik dan disiplin, ternyata dampak buruk pemakaian gawai oleh anak-anak bisa diminimalisasi kok. Bagi kami, teknologi bukanlah musuh dalam mengedukasi anak. Tetapi adalah sahabat yang harus digunakan untuk membantu dalam proses edukasi anak. Dan saya rasa, Samsung Galaxy Tab A ini adalah gawai yang sangat tepat sebagai sarana mengenalkan anak kepada teknologi. Bukan hanya itu, Samsung Galaxy Tab A juga menjadi gawai yang mengakrabkan hubungan keluarga.

Selain saya dan keluarga, ternyata banyak juga keluarga lain di Indonesia yang merasakan keakraban berkat tablet yang memiliki tagline modern tablet semua update ini. Gak percaya? Lihat saja kampanye #BeTabAFamily SAMSUNG GALAXY TAB A yang tengah berjalan di sosial media. Atau klik betabafamily.com. Lihat dan rasakan para keluarga di Indonesia berbagi keseruan dan keceriaan bersama Samsung Galaxy Tab A. Ingin tahu lebih banyak tentang Samsung Galaxy Tab A? Jangan lupa follow, like, dan kunjungi akun-akun media sosial resmi Samsung Indonesia di bawah ini:

Twitter : @samsung_ID
Instagram : @samsung_ID
Facebook : Samsung Mobile Indonesia

Sponsored by

Samsung

Iklan